Advertisement

Breaking News

Showing posts with label >> Seleksi Bibit. Show all posts
Showing posts with label >> Seleksi Bibit. Show all posts

Friday, 5 February 2016

Memilih DOC / Bibit Broiler yang Baik



Salah satu kunci utama peternakan ayam broiler adalah dengan memilih DOC atau bibit ayam yang berkualitas. Bibit / DOC memiliki kontribusi yang cukup besar dalam usaha peternakan ayam broiler. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan bibit ayam, diantaranya adalah pakan yang sesuai kebutuhan, lokasi yang ideal untuk lokasi peternakan, temperatur udara dan terbebas dari penyakit. Anda harus pintar memilih bibit ayam (DOC) dan strain yang berkualitas. Tujuannya adalah agar produktifitas ayam broiler yang dipelihara dapat maksimal.


Dalam memilih DOC / bibit ayam broiler , ada beberapa perusahaan yang telah mampu menyediakan bibit dan telah bekerjasama dengan perusahaan baik di dalam maupun luar negeri. Namun, tidak semua bibit yang dihasilkan pembibitan ayam dalam negeri memenuhi persyaratan kualitas teknis maupun ekonomis yang anda butuhkan. Karena perusahaan dalam negeri menggunakan standar ekonomis dari luar negeri. Dengan hal itu, anda tidak perlu bingung dalam menentukkan bibit untuk peternakan anda.
Semua jenis yang beredar di Indonesia, memiliki produktifitas yang relatif sama. Perbedaan pada DOC atau bibit tidak begitu jauh. Untuk menentukkan pilihan jenis DOC / bibit yang akan dipelihara, dapat dilihat pada daftar produktifitas atau prestasi bibit yang terjual sebelumnya di poultry shop. Di tingkat bawah, juga dapat memperoleh DOC dengan membeli langsung ke pembibit, membeli telur tetas, menetaskan sendirir atau dapat dengan membeli induk yang akan menghasilkan telur tetas kemudian menetaskannya dengan mesin tetas.

Banyak sekali strain yang beredar di Indonesia, perlu dipertimbangkan strain yang cocok untuk dipelihara. Pertimbangan yang utama adalah masalah ekonomis dan keuntungan. Adapaun bebrapa faktor yang perlu dipertimbangkan adalah : strain tersebut memiliki kemampuan adaptasi lingkungan yang baik, konversi pakan yang baik sehingga menghemat biaya pakan, tingkat persentase mortalitas yang rendah, dan ayam tidak bersifat kanibal sehingga mempermudah pemeliharaan.

Dalam memilih DOC ayam broiler yang berkualitas perlu adanya pedoman teknis untuk memilih bibit yang dapat dilihat dari penampilan luarnya, ciri- ciri ayam yang berpenampilan baik diantaranya :
1. Terbebas dari penyakit terutama penyakit pullorum (berak putih) dan jamur.
2. Berasal dari induk yang cukup umur dan dari pembibit yang berpengalaman.
3. Bibit ayam terlihat aktif, mata cerah, dan lincah.
4. Kaki besar dan basah seperti berminyak.
5. Bulu cerah dan tidak kusam.
6. Anus bersih serta tidak ada kotoran.
7. Kondisi tubuh normal.
8. Berat sesuai dengan standar strain tersebur.


Nah untuk hasil produktifitas optimal memilih DOC yang memiliki kualitas bagus menjadi hal yang sangat penting. DOC memiliki peranan kesuksesan berkisar 30-40% selain pakan dan juga manajemen pemeliharaan. Setelah memilih DOC ayam broiler telah anda lakukan selanjutnya adalah optimalisasi masa brooding. Masa brooding memiliki peranan yang sangat penting dalan budidaya ayam broiler. 


Sekian dan Semoga Artikel ini Bermanfaat untuk kita semua, Terima Kasih . .




 

Ciri Anak/ Bibit Ayam Petelur Yg Berkualitas Bagus



Ayam petelur yg akan diternak haruslah memenuhi syarat sebagai berikut, antara lain:
  • Ayam petelur harus sehat & tdk cacat fisiknya.
  • Pertumbuhan & perkembangan normal.
  • Ayam petelur berasal dari bibit yg diketahui keunggulannya. 
Ada beberapa pedoman teknis utk memilih bibit/DOC (Day Old Chicken) /ayam umur sehari:
  • Anak ayam (DOC ) berasal dari induk yg sehat.
  • Bulu tampak halus & penuh serta baik pertumbuhannya .
  • Tidak terdapat kecacatan pada tubuhnya.
  • Anak ayam mempunyak nafsu makan yg baik.
  • Ukuran badan normal, ukuran berat badan antara 35-40 gram.
  • Tidak ada letakan tinja diduburnya.
Pemilihan Bibit & Calon Induk
Penyiapan bibit ayam petelur yg berkreteria baik dlm hal ini tergantung sebagai berikut:

Konversi Ransum.
  • Konversi ransum merupakan perabandingan antara ransum yg dihabiskan ayam dlm menghasilkan sejumlah telur. Keadaan ini sering disebut dgn ransum per kilogram telur. Ayam yg baik akan makan sejumlah ransum & menghasilkan telur yg lebih banyak/lebih besar daripada sejumlah ransum yg dimakannya. Jika ayam itu makan terlalu banyak & bertelur sedikit maka hal ini merupakan cermin buruk bagi ayam itu. Jika bibit ayam memiliki konversi yg kecil maka bibit itu dpt dipilih, nilai konversi ini dikemukakan berikut ini pada berbagai bibit ayam & juga dpt diketahui dari lembaran daging yg sering dibagikan pembibit kepada peternak dlm setiap promosi penjualan bibit ayamnya.

Produksi Telur.
  • Produksi telur sudah tentu menjadi perhatian. Dipilih bibit yg dpt memproduksi telur banyak. Tetapi konversi ransum tetap utama sebab ayam yg produksi telurnya tinggi tetapi makannya banyak juga tdk menguntungkan.
Prestasi bibit dilapangan/dipeternakan.
Apajika kedua hal diatas telah baik maka kemampuan ayam utk bertelur hanya dlm sebatas kemampuan bibit itu.


Sekian dan Semoga Artikel ini Bermanfaat untuk kita semua, Terima Kasih . .




Cara Memilih Bibit Ayam Kampung Petelur



Untuk usaha ayam petelur, biasanya para peternak ayam kampung petelur lebih memilih bibit ayam betina yang siap bertelur daripada memulainya dari anak ayam (DOC). Meski begitu, patut pula disampaikan cara memilih bibit ayam petelur dari DOC.


Namun sebelum ke sana, DOC yang dipilih hendaknya memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
  1. Gerakannya lincah
  2. Sehat dan jelas indukannya
  3. Bulu DOC halus dan kering dengan dubur yang kering
  4. Mata bula bercahaya, kaki kuat dan bisa berdiri sendiri
  5. Ketika masa brooding ayam tak selalu mendekati sumber panas

Apabila syarat-syarat diatas terpenuhi, maka bisa diambil kesimpulan bahwa DOC sehat. Sehingga, bisa berlanjut ke langkah berikutnya yaitu membedakan jenis kelamin. Sebab, nantinya bibit ayam kampung yang diambil adalah ayam betina.

Ada dua cara untuk membedakan jenis kelamin, yaitu melihat bagian kloaka dan pengamatan fisik.


Pengamatan bagian kloaka

  1. DOC yang akan dicek jenis kelaminnya dipegang dengan tangan kanan.
  2. Lehernya diapit jari tengah dan manis.
  3. Badan DOC diarahkan ke bawah, sementara perut bagian bawah diraba memakai jempol dan kelingking tangan kiri.
  4. Punggung DOC diketuk supaya kotorannya keluar dari kloaka.
  5. Bagian bawah anus ditekan dan telunjuk diletakkan di bagian kloaka.
  6. Buka lubang kloaka supaya bagian dalamnya menonjol keluar.
  7. Amati secara seksama bagian kloaka apakah ada titik. Jika ada, bisa dipastikan bahwa DOC yang sedang dicek berjenis kelamin jantan. Begitu pula sebaliknya.

Nb. Cara ini bisa diterapkan pada DOC anak ayam kampung yang berusia tidak lebih dari 2 minggu sejak menetas.

Pengamatan fisik

  1. Ayam jantan bentuk tubuhnya lebih besar, tinggi, padat, gagah. Sedangkan, ayam betina bentuk tubuhnya lebih pendek dan lembek.
  2. Ayam jantan matanya lebih bercahaya, sementara ayam betina cahaya matanya lebih lemah.
  3. Pertumbuhan tubuh dan bulu ekor ayam jantan lebih cepat dibandingkan ayam betina yang notabene lebih lambat dan bulu tumbuh merata.
  4. Anak ayam jantan dan betina memang lincah tapi ayam jantan suaranya lebih nyaring.

Sekian dan Semoga Artikel ini Bermanfaat untuk kita semua, Terima Kasih . .