Advertisement

Breaking News

Showing posts with label >> Agrobisnis Ternak Ayam. Show all posts
Showing posts with label >> Agrobisnis Ternak Ayam. Show all posts

Friday, 5 February 2016

Usaha Ternak Ayam Sangat Menjanjikan



Usaha peternakan merupakan salah satu jenis usaha yang cukup menjanjikan dan relatif mudah untuk dijalankan, dimulai dari prosesnya hingga pemasaran. Sangat banyak sekali orang yang sukses menekuni usaha di bidang peternakan. Jika anda mempunyai lahan yang cukup luas, sangat cocok sekali untuk menekuni usaha peternakan. Ok, silahkan dibaca beberapa ide dan peluang Usaha Ternak Ayam Sangat Menjanjikan berikut ini:


  1. Ayam Kampung Pedaging, Beternak ayam kampung Pedaging secara intensif memiliki beberapa keuntungan. Di antaranya, perputaran modal berlangsung relatif cepat. Jika dimulai dari membeli bibit DOC (day old chick) yang berkualitas, pembesaran ayam kampung pedaging hanya membutuhkan waktu sekitar 2 bulan hingga panen. Dengan siklus produksi yang pendek, peternak bisa lebih cepat memetik hasil dari usaha pembesaran ayam kampung. Paling tidak sekitar 2.5 bulan sudah dapat balik modal.
    Keuntungan lainnya, harga jualnya lebih tinggi daripada ayam broiler dengan harga yang relatif stabil. Harga ayam kampung pedaging berkisar Rp 40.000 – Rp 50.000 per ekor atau kilogram di tingkat peternak. Sedangkan ayam broiler atau ras, berkisar Rp 20.000 – Rp 25.000 per ekor atau kilogram di tingkat peternak.

  2. Ayam Potong / Broiler, Usaha ternak ayam potong atau yang biasa dikenal dengan ayam broiler adalah salah satu usaha yang sudah sejak lama dikenal, namun kebutuhan akan ayam potong ini semakin hari juga semakin meningkat. Meningkatnya kebutuhan protein dari ayam potong ini tidak diimbangi dengan bertambahnya jumlah peternak ayam potong. Sehingga dihari-hari tertentu seperti lebaran misalnya harga ayam potong perkilonya mampu menembus harga Rp. 40.000,-/kg padahal biaya produksinya hanya berkisar antara Rp. 10.000,- hingga Rp. 15.000,- perkilogramnya.

    Dari selisih harga ini seharusnya menjadi daya tarik untuk anda kenapa harus menggeluti secara serius usaha peternakan ayam potong ini. Namun sebelum anda mulai berternak ayam potong anda harus tahu dengan detail seluk beluk seputar ayam potong ini. Alasannya Karena ternak ayam potong punya resiko kematian yang lebih tinggi dibandingkan ayam petelur. Untuk itu pengetahuan dan penanganan yang benar harus sudah anda kuasai sebelum mulai terjun kedunia usaha ini.

  3. Ayam Petelur, Telur ayam merupakan jenis makanan yang laris manis dipasaran. Selain untuk dikonsumsi langsung, telur ayam juga diburu sebagai bahan kue dan lain-lain.Sumber protein hewani ini memang digemari oleh hampir semua lapisan masyarakat. Dapat dikonsumsi dengan cara direbus, digoreng atau diolah menjadi beberapa jenis masakan.

    Ayam petelur cukup mudah untuk diternakkan. Dengan modal yang tidak terlalu besar, usaha ternak ayam petelur sudah bisa Anda jalankan. Baik daging maupun telurnya, semuanya bisa memberikan pemasukan jika Anda memilih untuk mengembangkan usaha ini.

  4. Ayam Arab Petelur, Ternak ayam Arab menjadi peluang emas karena ayam tersebut telah terbukti mempunyai potensi sebagai ayam kampung petelur. Bahkan jika dibandingkan dengan ayam kampung biasa, produktivitas telur oleh ayam kampung bisa dibilang cukup tinggi.

    Produksi telur yang bisa dihasilkan oleh ayam Arab bisa mencapai 50-60%, atau bahkan hingga 85% ketika berada pada puncaknya. Padahal, ayam kampung biasa hanya mampu menghasilkan telur sekitar 30% saja. Jika dibandingkan dengan ayam leghorn, produksi telur ayam Arab memang masih lebih rendah, namun harga telur ayam Arab setara dengan ayam kampung. Ukuran ayam Arab yang lebih kecil juga memerlukan biaya pakan yang lebih sedikit.




Sukses Berternak Ayam Potong Untuk Pemula



Sebelum kita memulai usaha peternakan ayam broiler kita harus mengetahau beberapa faktor yang harus dipenuhi sperti bitit, kandang, peraltan, pakan dan masih banyak lagi.

  1. Pemilihan Bibit Ayam Broiler, Pemilihan ayam broiler sangat penting karena bibit merupakan bahan utama dalam beternak, pemilihan bitbit yang bagus akan menentukan hasil akhir dari usaha ternak.

  2. Pembuatan Kandang, Dalam beternak ayam broiler kandang juga sangat mempengaruhi perkembangan ayam karena kandang yang tidak optimal maka akan menghasilkan panen yang tidak maksimal, berikut kandang yang ideal.
    • Lokasi kandang. Kandang ideal terletak di daerah yang jauh dari pemukiman penduduk, mudah dicapai sarana transportasi, terdapat sumber air, arahnya membujur dari timur ke barat.
    • Pergantian udara dalam kandang. Ayam bernapas membutuhkan oksigen dan mengeluarkan karbondioksida. Supaya kebutuhan oksigen selalu terpenuhi, ventilasi kandang harus baik
    • Suhu udara dalam kandang. Suhu ideal kandang sesuai umur adalah : Umur (hari) 01 - 07 Suhu (C ) 34 - 32, Umur (hari) 08 - 14 Suhu (C ) 29 – 27, Umur (hari) 15 - 21 Suhu (C ) 26 – 25, Umur (hari) 21 - 28 Suhu (C ) 24 – 23, Umur (hari) 29 - 35 Suhu (C ) 23 – 21

      Tipe kandang ada 2 jenis yaitu :
      • Tipe kandang bukan panggung yaitu bentuk kandang yang lantainya langsung ditanah tanpa panggung, kandang panggung sangat cocok untuk jenis ayam pejantan dan ayam jawa super karena sifat ayam pejantan dan jawa super seperti ayam kampung biasa yang suka mencari makan.
      • Tipe kandang panggung yaitu tipe kandang yang memili lantai tinggi atau panggung, jenis ini sangat cocok unutk jenis ayam pedaging atau broiler karena sistem sirkulasi udara lebih baik dan kandang terlihat bersih karena amoniak atu kotoran bisa langsung jatuh ketanah, karne ayam broiler bersifat rentan terhadap penyakit. Dalam pembuatan kandang jenis ini biasanya memakan biaya yang cukup mahal dibandingkan dandang bukan panggung.

  3. Pakan, Pakan merupakan 70% biaya pemeliharaan. Pakan yang diberikan harus memberikan zat pakan (nutrisi) yang dibutuhkan ayam, yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral, sehingga pertambahan berat badan perhari (Average Daily Gain/ADG) tinggi. Pemberian pakan dengan sistem ad libitum (selalu tersedia/tidak dibatasi).

    Apabila menggunakan pakan dari pabrik, maka jenis pakan disesuaikan dengan tingkat pertumbuhan ayam, yang dibedakan menjadi 2 (dua) tahap. Tahap pertama disebut tahap pembesaran (umur 1 sampai 20 hari), yang harus mengandung kadar protein minimal 23%. Tahap kedua disebut penggemukan (umur diatas 20 hari), yang memakai pakan berkadar protein 20 %. Jenis pakan biasanya tertulis pada kemasannya. Penambahan POC NASA lewat air minum dengan dosis 1 - 2 cc/liter air minum memberikan berbagai nutrisi pakan dalam jumlah cukup untuk membantu pertumbuhan dan penggemukan ayam broiler.

    Dapat juga digunakan VITERNA Plus sebagai suplemen khusus ternak dengan dosis 1 cc/liter air minum/hari, yang mempunyai kandungan nutrisi lebih banyak dan lengkap. Efisiensi pakan dinyatakan dalam perhitungan FCR (Feed Convertion Ratio). Cara menghitungnya adalah, jumlah pakan selama pemeliharaan dibagi total bobot ayam yang dipanen.

  4. Vaksinasi, Vaksinasi adalah pemasukan bibit penyakit yang dilemahkan ke tubuh ayam untuk menimbulkan kekebalan alami. Vaksinasi penting yaitu vaksinasi ND/tetelo. Dilaksanakan pada umur 4 hari dengan metode tetes mata, dengan vaksin ND strain B1 dan pada umur 21 hari dengan vaksin ND Lasotta melalui suntikan atau air minum.

  5. Perlengkapan Kandang, perlengkapan kandang sangat penting unutk menunjang suksesnya beternak seperti peralatan makan ayam, tempat air minum, lampu penerangan.

  6. Vitamin Dan Nutrisi, Dalam beternak ayam broiler kususnya, vitamin juga penting agar kondisi ayam selalu sehat dan menampah kekebalan tubuh dan mempercepat pertumbuhan sesuai dengan tarket masa panen yang kita harapkan.

  7. Sanitasi Kandang, Sanitasi kandang harus dilakukan setelah panen. Dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu pencucian kandang dengan air hingga bersih dari kotoran limbah budidaya sebelumnya. Tahap kedua yaitu pengapuran di dinding dan lantai kandang. Untuk sanitasi yang sempurna selanjutnya dilakukan penyemprotan dengan formalin, untuk membunuh bibit penyakit. Setelah itu dibiarkan minimal selama 10 hari sebelum budidaya lagi untuk memutus siklus hidup virus dan bakteri, yang tidak mati oleh perlakuan sebelumnya.