Advertisement

Breaking News

Showing posts with label >> Pengobatan Penyakit. Show all posts
Showing posts with label >> Pengobatan Penyakit. Show all posts

Friday, 29 January 2016

Cara Mengobati Penyakit Coccidiosis atau berak darah



Avian Coccidiosis (koksidiosis) merupakan penyakit usus yang disebabkan oleh protozoa parasit Genus Eimeria (Allen dan Fetterer, 2002). Eimeria berkembang biak di saluran pencernaan dan menyebabkan kerusakan jaringan (Calnek dkk., 2001). Koksidiosis pada ayam berlokasi pada dua tempat yaitu di sekum (caecal coccidiosis) yang disebabkan oleh E. tenella dan di usus (intestinal coccidiosis) yang disebabkan oleh delapan jenis lainnya (Jordan dkk., 2001). Koksidiosis merupakan salah satu penyakit yang banyak mendatangkan masalah dan kerugian pada peternakan ayam. Kerugian yang ditimbulkan meliputi kematian (mortalitas), penurunan berat badan, pertumbuhan terhambat, nafsu makan menurun, produksi daging turun, meningkatnya biaya pengobatan, upah tenaga kerja dan lain-lain. Kerugian yang ditimbulkan dapat menghambat perkembangan peternakan ayam dan menurunkan produksi protein hewani, oleh karena itu pengendalian koksidiosis pada ayam perlu mendapat perhatian.


  1. GEJALA KLINIS, Spesies yang berbeda akan memberikan gejala klinis yang berbeda pula, gejala klinis yang ditimbulkan bervariasi pada infeksi bermacam spesies dan juga pada banyak sedikitnya jumlah koksidia yang menginfeksi dan resistensi hospes. Spesies yang kurang pathogen tidak atau sedikit menunjukan gejala klinis. Gejala klinis dari penyakit ini yang disebabkan parasit Eimeria tenella adalah :
    • Ekskreta berdarah dan mencret. 
    • Nafsu makan kurang. 
    • Sayap terkulasi. 
    • Bulu kusam. 
    • Menggigil kedinginan

  2. PENYEBAB, Koksidiosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh protozoa yang bernama Eimeria sp famili Eimeriidae atau yang lebih sering dikenal dengan penyakit berak darah, dimana Eimeria ini mengivestasi bibit mikroorganisme kedalam sel tubuh sehingga melahirkan gangguan kesehatan infestasi klinis yang merusakkan jaringan pencernaan terutama usus. Akibatnya terjadi pada proses pencernaan berupa gangguan metabolisme dan penyerapan zat makanan, bahkan kehilangan darah dari rusaknya jaringan usus, dan hampir pasti rentan terhadap penyakit lain..

  3. DIAGNOSA, Diagnosa sangkaan terhadap koksidiosis dapat di dasarkan atas gejala klinik, perubahan patologik yang berhubungan dengan lokasi sejumlah besar ookista atau stadium aseksual Eimeria (sporozoit, merozoit, skison) dan riwayat kasus Tabbu, (2006). Diagnosa laboratorium dapat dilakukan dengan melakukan uji natif, uji apung dan uji sentrifus terhadap feses yang diduga terinfeksi Eimeria,

  4. UMUR YANG DISERANG, Koksidiosis pada sekum oleh Eimeria tenella paling sering terjadi pada ayam muda berumur 4 minggu, karena umur tersebut adalah umur yang paling peka. Ayam yang berumur 1-2 minggu lebih resisten, walaupun demikian Eimeria tenella  dapat juga menginfeksi ayam yang sudah tua. Ayam yang sudah tua umumnya memiliki kekebalan imunitas akibat sudah terinfeksi sebelumnya. Pada umumnya koksidiosis sekum terjadi akibat infeksi berat dalam waktu yang relative pendek tidak lebih dari 72 jam. Pada ayam umur 1-2 minggu diperlukan 200.000 ookista untuk menyebabkan kematian, dan diperlukan 50.000-100.000 ookista untuk menyebabkan kematian pada ayam yang berumur lebih tua. Pada kelompok ayam, mula-mula gejala terlihat 72 jam setelah infeksi. Ayam terkulai, anoreksia, berkelompok agar badannya hangat dan hari keempat sesudah infeksi terdapat darah di dalam tinja. Darah paling banyak ditemukan pada hari kelima dan keenam sesudah infeksi dan menjelang hari kedelapan atau kesembilan ayam sudah mati atau dalam tahap persembuhan. Kematian paling tinggi terjadi antara hari keempat dan keenam karena kehilangan banyak darah. Kematian kadang-kadang terjadi tanpa diduga. Jika ayam sembuh dari penyakit akut maka penyakit akan bersifat kronis.

  5. PENULARAN, Penyakit ini dapat ditularkan secara mekanik malalui pekerja kandang, peralatan yang tercemar atau dalam beberapa kasus yang pernah terjadi dapat disebarkan melalui debu kandang dan litter dalam jangkauan pendek. Berat tidaknya penyakit ini tergantung dari jumlah protozoa yang termakan.

  6. PENGOBATAN, Untuk pengobatannya dapat dilakukan dengan cara pemberian larutan amprolium atau sulfonamide dalam air minum dan pemberian air yang dapat mensuspensi suplemen vitamin A dan K dapat mempercepat proses penyembuhan.

  7. PENCEGAHAN, Untuk pencegahan dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
    • Sanitasi dan ventilasi kandang harus baik. 
    • Pengangkatan litter setiap kali panen pada broiler. 
    • Lantai kandang dicuci pakai air untuk membersihkan kotoran, pencucian tahap kedua dengan deterjen. 
    • Menaburkan bubuk kapur di dalam kandang. 
    • Peralatan feeder dan drinker dicuci sebersih mungkin. 
    • Kandang difumigasi dengan formalin 10%. Melakukan istirahat kandang 7-21 hari.

  8. PENGENDALIAN, Pengendalian koksidiosis pada ayam di Indonesia umumnya dilakukan dengan pemeliharaan kebersihan, pemberian koksidiostat yang dicampurkan dalam makanan atau air minumnya, dan penggunaan vaksin koksidia. Pengendalian koksidiosis dengan pemberian koksidiostat harus diikuti cara dan takaran yang telah ditentukan agar tidak menimbulkan efek samping, bahwa pemakaian satu macam koksidiostat yang terus menerus dalam pakan ayam dapat menimbulkan galur coccidia yang tahan terhadap kokidiostat tersebut . Antikoksidia  dapat menimbulkan resistensi terhadap koksidiosis. Industri farmasi ada usaha untuk mengatasi masalah resistensi koksidiosis pada unggas . 

  9. KERUGIAN, Kemungkinan kerugian yang ditimbulkan dari penyakit ini jelas terjadi berupa kemerosotan produksi yang cukup signifikan, serta menjadi pemicu gagalnya program vaksinasi, dengan titer antibody yang diperoleh akan rendah dan tidak optimal dapat memicu timbulnya penyakit lain seperti ND, Gumboro, Mareks bahkan Coryza atau biasa yang disebut infeksi sekunder.




Sekian dan Semoga Artikel ini Bermanfaat untuk kita semua, Terima Kasih . .





Cara Mengobati Penyakit Tetelo



Penyakit Telelo atau Newcastle Disease (ND) biasa juga disebut dengan istilah penyakit Samper Ayam ataupun Pes Cekak. Dimana penyakit ini merupakan suatu infeksi viral yang menyebabkan gangguan pada saraf pernapasan. Penyakit ini disebabkan oleh virus Paramyxo dan biasanya dikualifikasikan menjadi:


  • Strain yang sangat berbahaya atau disebut dengan Viscerotropic Velogenic Newcastle Disease (VVND) atau tipe Velogenik, tipe ini menyebabkan kematian yang luar biasa bahkan hingga 100%.
  • Tipe yang lebih ringan disebut degan “Mesogenic”. Kematian pada anak ayam mencapai 10% tetapi ayam dewasa jarang mengalami kematian. Pada tingkat ini ayam akan menampakangejala seperti gangguan pernapasan  dan saraf.
  • Tipe lemah (lentogenik) merupakan stadium yang hampir tidak menyebabkan kematian. Hanya saja dapat menyebabkan produktivitas telur menjadi turun dan kualitas kulit telur menjadi jelek. Gejala yang tampak tidak terlalu nyata hanya terdapat sedikit gangguan pernapasan.
ND sangat menular, biasanya dalam 3-4 hari seluruh ternak akan terinfeksi. Virus ini ditularkan melalui sepatu, peralatan, baju dan burung liar.
Pada tahap  yang mengenai pernapasan maka virus akan ditularkan melalui udara. Meskipun demikian pada penularan melalui udara, virus ini tidak mempunyai jangkauan yang luas. Unggas yang dinyatakan sembuh dari ND tidak akan dinyatakan sebagai “carrier” dan biasanya virus tidak akan bertahan lebih dari 30 hari pada lokasi pemaparan.

Gejala yang nampak pada ayam yang terkena penyakit ini adalah sebagai berikut:
  • Excessive mucous di trakea.
  • Gangguan pernapasan dimulai dengan megaop-megap, batuk, bersin dan ngorok waktu bernapas.
  • Ayam tampak lesu.
  • Napsu makan menurun.
  • Produksi telur menurun.
  • Mencret, kotoran encer agak kehijauan bahkan dapat berdarah.
  • Jengger dan kepala kebiruan, kornea menjadi keruh, sayap turun, otot tubuh gemetar, kelumpuhan hingga gangguan saraf yang dapat menyebabkan kejang-kejang dan leher terpuntir.
Penanggulangan penyakit ini dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu:
  • Ayam yang tertular harus dikarantina atau bila sudah pada stadium berbahaya maka harus dimusnahkan.
  • Vaksinasi harus dilakukan untuk memperoleh kekebalan. Vaksinasi pertama, dilakukan dengan cara pemberian melalui tetes mata pada hari ke 2. Untuk berikutnya pemberian vaksin dilakukan dengan cara suntikan di intramuskuler otot dada.
  • Untuk memudahkan untuk mengingat mengenai waktu pemberian vaksin, seorang pakar menyarankan agar memberikan vaksin ini dilakukan dengan pola  444. maksudnya vaksin ND diberikan pada ayam yang berumur 4 hari, 4 minggu, 4 bulan dan seterusnya dilakukan 4 bulan sekali. Akan tetapi pola pemberian ini dapat dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan dan efektivitas terbaik dari hasilnya.
Pencegahan yang harus dilakukan oleh para peternak mengingat penyakit ini sangat infeksius adalah sebagai berikut:
  • Memelihara kebersihan kandang dan sekitarnya. Kandang harus mendapat sinar matahari yang cukup dan ventilasi yang baik.
  • Memisahkan ayam lain yang dicurigai dapat menularkan penyakit ini.
  • Memberikan ransum jamu yang baik, yang terbuat dari bahan-bahan tradisional yang dapat membantu meningkatkan kekuatan dan kekebalan tubuh ayam.


Sekian dan Semoga Artikel ini Bermanfaat untuk kita semua, Terima Kasih . .






Cara Mengobati Penyakit Gumoro



Penyakit ini menyerang kekebalan tubuh ayam, terutama bagian fibrikus dan thymus. Kedua bagian ini merupakan pertahanan tubuh ayam. Pada kerusakan yang parah, antibody ayam tersebut tidak terbentuk. Karena menyerang system kekebalan tubuh, maka penyakit ini sering disebut sebagai AIDSnya ayam. Ayam yang terkena akan menampakan gejala seperti gangguan saraf, merejan, diare, tubuh gemetar, bulu di sekitar anus kotor dan lengket serta diakhiri dengan kematian ayam. 


Virus yang menyebabkan penyakit ini adalah virus dari genus Avibirnavirus. Di dalam tubuh ayam, virus ini dapat hidup hingga lebih dari 3 bulan, kemudian akan berkembang menjadi infeksius. Gumoro memang tidak menyebabkan kematian secara langsung pada ayam, tetapi infeski sekunder yang mengikutinya akan menyebabkan kematian dengan cepat karena kekebalan tubuhnya tidak bekerja. Penyakit Gumoro yang menyerang anak ayam pada usia 2 – 14 minggu dapat diindikasikan dengan gejala awal sbb:

Napsu makan berkurang. 
  • Ayam tampak lesu dan mengantuk. 
  • Bulu tampak kusam dan biasanya disertai dengan diare berlendir yang mengotori bulu pantat. 
  • Peradangan di sekitar dubur dan kloaka.biasanya ayam akan mematoki duburnya sendiri. 
  • Jika tidur, paruhnya menempel di lantai dan keseimbangan tubuhnya terganggu.
Ada pendapat lain yang menyebutkan gejala gumoro adalah sbb:
  • Diare berlendir.
  • Nafsu makan turun.
  • Gemetar dan sukar berdiri.
  • Bulu di sekitar anus kotor.
  • Ayam suka mematuk di sekitar kloaka. 
Selain itu, beberapa pendapat pakar lainnya bahwa gumoro dapat dibagi 2 yaitu gumoro klinik dan sub klinik. Gumoro klinik menyerang anak ayam berumur 3-7 minggu. Pada fase ini serangan terhadap kekebalan tubuh ayam tersebut hanya bersifat sementara antara 2-3 minggu. Gumoro subklinik menyerang anak ayam berumur 0-3 minggu. Penyakit ini paling menakutkan karena kekebalan tubuh ayam dapat hilang secara permanen, sehingga ayam dengan mudah terserang infeksi sekunder.
Gumoro menyebar melalui kontak langsung, air minum, pakan, alat-alat yang sudah tercemar virus dan udara. Yang sangat menarik adalah gumoro tidak menular dengan perantaraan telur dan ayam sudah sembuh tidak menjadi “carrier”. Upaya penanggulangan gumoro ini dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu vaksinasi, menjaga kebersihan lingkungan kandang





Sekian dan Semoga Artikel ini Bermanfaat untuk kita semua, Terima Kasih . .
 




Cara Mengobati Penyakit Ngorok



Munculnya wabah penyakit ngorok atau CRD {Chornic respiratory disease} pada ayam , sangat membebeni para peternak ayam broiler dan penghobies ayam aduan. karena penyakit ini adalah penyakit yang menular dan menyerang pada bagian pernafasan ayam broiler serta bisa dikatakan kronis, Faktor penyebab ayam broiler ngorok banyak sekali macamnya... dan hal tersebut menunjukan bahwa organ pernafasan ayam broiler mengalami ganguan atau kerusakan pada saluran pernafasan.. 


Hal semacam ini tidak bisa di biarkan berlarut larut, karena akan berakibat fatal dan peternak akan merugi cukup besar, karena banyaknya kematian dan berkurangnya nafsu makan pada ayam broiler. sehingga bisa mengakibatkan  merosotnya bobot pada ayam broiler. .Penyebab ayam broiler ngorok bisa di sebabkan berbagai faktor kondisi lingkungan dan cuaca. Yang paling sering di jumpai karena minimnya menejemen pemeliharaaan.
CRD atau ayam ngorok menyerang sistem kekebalan tubuh, sehingga ayam broiler yang terserang CRD gagal memperoleh imunitas yang di peroleh dari vaksinasi. selain itu ayam yang terinfeksi memiliki sifat karier sehingga wilayah peternakan tersebut menjadi daerah endemik. Dan jika sudah menjadi wilayah yang endemik kemungkinan periode selanjutnya akan terkena kasus yang sama. Salah satu cara menghilangkan daerah endemik di kandang ayam  dengan cara memutus rantai pertumbuhan bakteri dan jamur.

Penyebab Utama Timbulnya Penyakit Ngorok:
  • Minimnya kebersihan di dalam kandang
  • Kurangnya sirkulasi udara didalam kandang 
  • Banyaknya gas amuniak yang di sebabkan kotoran ayam broiler  di dalam kandang ayam.

Cara mengobati ayam ngorok sebagai berikut:
  • Bersihkan kotoran ayam dan buang jauh jauh dari kandang ayam. 
  • Ganti sekam yg kotor menjadi baru. 
  • Tutup rapat rapat tirai di kandang ayam ngorok anda.
  • Air minum ayam harus steril
  • Jangan di kasi obat yang berdosis tinggi karena bisa mengakibatkan ofer dosis pada ayam anda.
 
Agar  maksimal gunakanlah obat amicroba,, apa obat amicroba itu? Obat amicroba adalah sejenis anti biotik. Anti biotik bisa menyembuhkan segala macam macam penyakit pada ayam, asal dosis dan cara pengaplikasian nya tepat... salah satu obat amicroba yang sangat tepat & ampuh membasmi segala macam penyakit kronis pada ayam broiler adalah Prontech.....  Apa itu Prontech?
Prontech adalah prodak amicroba untuk ayam broiler dan Prontech telah terbukti membasmi dan mencegah penyakit CRD pada ayam broiler. Cara penggunaan Prontech sebagai berikut 
  • 3 gr PronTech per 16 liter air (setara 75 ppm) semprotkan ke ayam/bebek/ternak yang sakit terutama di sekitar kepalanya sampai terhirup dan terminum, atau terhirup.
  • 1 gr PronTech per 16 liter air (setara 25 ppm) untuk minum ayam broiler yang sakit - jangan diberikan pada saat setelah vaksin
PronTech adalah produk antimicrobial compound terbaik saat ini untuk melindungi, mencegah dan membasmi 99,99% virus, bakteri dan jamur. Telah terbukti efektif untuk membasmi virus H1N1, H5N1, Influenza, New Castle Desease, Corona Virus, Gumboro dan lain-lain. Juga bekerja dengan sangat ampuh dalam mengatasi bakteri E. coli, salmonella tiphosa, salmonella choleraesuis, streptococcus pneumoniae, staphylococcus aureus dan lain-lain.
PronTech terbukti cepat mengatasi mengatasi ayam ngorok atau cekres sebagai gejala awal adanya serangan berbagai penyakit. Jika ngorok atau cekres ini segera ditangani dengan PronTech maka insyaAlloh ayam akan cepat pulih seperti sedia kala.
1 botol PronTech cukup untuk ayam populasi 2.000 ekor.
 



Sekian dan Semoga Artikel ini Bermanfaat untuk kita semua, Terima Kasih . .
  



Cara Mengobati Cacingan Pada Ayam



Jika anda sering melihat ayam anda lesuh dan nafsu makan berkurang dan diserta badannya pucat, berarti itu menandakan bahwa ayam anda tersebut sedang mengalami cacingan. Sebenarnya ada banyak cara untuk mengatasi hal tersebut seperti menggunakan bahan-bahan herbal untuk ayam. Tetapi ada cara yang cukup praktis dan mudah, yaitu dengan menggunakan bahan-bahan alami dan seadanya saja.



Gunakan Tembakau         
Usahakan tembakau asli, bukan tembakau rokok yang sudah dikemas. Cobalah memberikan tembakau 3 suap dalam satu kali pengobatan (setiap suap seukuran jempol tangan), efeknya ayam cacingan menjadi pusing dan geleng-geleng kepala, mata agak berair dan terlihat seperti kebingungan. Tapi obat ini manjur, plus nafsu makan ayam anda pasti bertambah. Dampak obat ini sekitar 1 hari penuh ayam agak terlihat aneh, tapi keesokan harinya ayam sudah tidak geleng-geleng lagi, Nampak tambah segar, sudah normal plus nafsu makan yang makin bertambah.

Gunakan Buah Pinang
Tembolok ayam terlebih dahulu dikosongkan dengan cara tidak memberi makan. Setelah itu ambillah satu buah pinang yang masih muda dan dalam keadaan segar. Kupas kulitnya, setelah itu iris kecil-kecil agar mudah dilolohkan ke ayam, celupkan buah pinang yang sudah diiris kecil-kecil ke dalam air atau bisa juga dicelupkan ke dalam minyak kelapa, agar buah pinang ini mudah ditelan oleh ayam. Setelah buah pinang tertelan semua, kasih air sebanyaknya dengan cara memasukkannya ke dalam kerongkongan ayam dengan spon yang sudah dikasih air. Pijat-pijat sedikit tembolok ayam anda agar buah pinang dapat bereaksi dengan cepat, lalu masukkanlah ayam anda ke dalam kandang. Dan lihat apa yang terjadi, tentunya cacing-cacing yang merada dalam perut ayam keluar dan yang perlu anda waspadai ialah jangan sampai cacing-cacing yang sudah keluar itu dimakan kembali oleh ayam anda.

Daun Pepaya Muda
Daun pepaya muda juga diketahui sangat berguna untuk mengobati cacingan pada ayam anda. Tentunya penggunaan daun pepaya muda ini anda lakukan jika cara-cara tersebut di atas terasa sulit untuk anda lakukan. Dan masih banyak lagi cara-cara sederhana yang bisa mengobati cacingan pada ayam anda, seperti menggunakan bahan bawang putih, daun petai cina, dan sebagainya.


Sekian dan Semoga Artikel ini Bermanfaat untuk kita semua, Terima Kasih . .
  



Cara Mengatasi Penyakit Berak Kapur Pada Ayam



Penyakit ini disebut juga pullorum atau salmonellosis. Penyebabnya adalah bakteri Salmonella pulloum. Disebut berak kapur karena kotoran ayam yang menderita penyakit ini menjadi encer dan berwarna putih menyerupai kapur. Sifat penyakit ini sangat menular dan bisa mengakibatkan kematian pada anak ayam.

Berak kapur dilaporkan sudah menyerang unggas di Pulau Jawa pada tahun 1950. Sekarang, penyakit ini sudah menyebar ke seluruh wilayah Indonesia. Penyakit yang punya nama lain berak putih ini bisa menyerang ayam kampung dari anakan hingga dewasa. Anak ayam yang terserang penyakit ini umumnya tidak mampu bertahan hidup lama. Sementara itu, ayam yang terserang berak kapur tetapi tidak sampai mati berpotensi sebagai carrier (pembawa atau penular) penyakit.

Berak kapur termasuk penyakit menular yang sangat ganas. Gejala spesifik adalah kematian pada anak ayam yang baru menetas atau baru diturunkan dari mesin tetas. Kematian ini biasanya terjadi berturut-turut tanpa diketahui dengan jelas penyebabnya. Sebelum mati, anak ayam tampak lsu, kurang nafsu makan, berkerumun dan berdesak-desakan di bawah lampu seperti kedinginan, merunduk, mengantuk, pucat, bulu kusut, dan sayapnya menggantung. Namun, gejala utamanya adalah anak ayam mengalami diare terus-menerus.

Kotoran ayam encer berlendir, berwarna putih seperti kapur dan berbusa. Kotoran ini juga melekat pada bulu-bulu di sekitar anus dan sulit dibersihkan kalau sudah mengering. Karena kotorannya berwarna putih, ada yang menyebut penyakit ini penyakit bacillary white atau diare putih. Ayam dewasa jarang sekal terserang penyakit ini. Kalaupun ada, biasanya tidak serius paling-paling produktivitas telurnya akan menurun dan daya tetas telurnya rendah. Penyakit ini bisa ditularkan melalui berbagai cara.


Di antaranya melalui induk yang mengidap penyakit pullorum, kontak langsung dengan anak ayam yang sakit, peralatan kandang atau pakan yang terinfeksi bakteri Salmonella pullorum, atau melalui tamu yang berkunjung ke kandang dan binatang pembawa penyakit lainnya, seperti burung dan tikus. Anak ayam yang berasal dari induk carrier biasanya juga mempunyai potensi terserang penyakit berak kapur karena penyakit ini bersifat menurun. Upaya pencegahan penyakit berak kapur yang bisa dilakukan sebagai berikut.
  • Kebersihan kandang harus dijaga serta mesin tetas, boks dan kandang yang tidak terisi harus dibersihkan secara rutin. Sebelum dan sesudah menggunakan mesin tetas disemprot dengan larutan kaporit (1:1000), larutan chinosol (1:1000), biochid (17 ml dicampur air 10 L) atau bisa menggunakan antiseptik lainnya.
  • Semua bagian kandang sebaiknya ditaburi dengan gamping. Peralatan kandang dicuci dan dikeringkan setiap hari. Kotoran ayam dibersihkan setiap hari.
  • Jangan biarkan binatang liar seperti tikus, kucing ataupun burung masuk ke areal peternakan.
  • Telur-telur yang akan ditetaskan harus berasal dari induk yang bebas penyakit pullorum. Telur-telur yang tidak menetas harus dikubur sedalam mungkin.
  • Anak ayam yang sakit harus dipisahkan dari yang lainnya. Jika ditemukan ayam yang mati, segera bakar atau kubur sedalam mungkin.
  • Berikan obat cacing secara rutin pada anak ayam. Tambahkan obat pencegah penyakit berak kapur pada air minum ayam.
Untuk menekan angka kematian anak ayam yang sudah terserang pullorum bisa digunakan antibiotik Neoterramycin 25 Soluble Powder. Takarannya, setiap 2 gram dicampur dengan 1 liter air minum. Antibiotik ini diberikan selama 3 hingga 5 hari. Sementara itu, obat untuk penyakit berak putih diberikan selama masih dibutuhkan. Cara pemberiannya bergantung pada tingkat keparahan penyakit, yakni dicampurkan ke dalam air minum jika penyakit ringan, diteteskan jika penyakit sedang, atau disuntikkan jika penyakit sudah parah.



Sekian dan Semoga Artikel ini Bermanfaat untuk kita semua, Terima Kasih . 


.


Cara Mengobati Penyakit Kutu / Gurem Pada Ayam



Kutu dan gurem ini sering terdapat pada tubuh ayam. Kutu dan gurem merupakan parasit yang menggangu ayam dengan mengisap darah sehingga menimbulkan gatal-gatal. Kutu ayam tinggal pada tubuh ayam, melekat pada pangkal bulu, dan kulit ayam. Gurem biasanya pada siang hari bersembunyi pada tempat-tempat yang gelap, lipatan kayu kandang dan di bawah sarang.


Gejala Kutu dan Gurem Pada Ayam
Ayam yang terkena kutu dan gurem terlihat tidak tenang, selalu gelisah karena terganggu oleh gigitan kutu dan gurem, sehingga nafsu makan berkurang diikuti dengan pertumbuhan, produksi telur yang menurun.
 
Penyebab, pencegahan, pengobatan Kutu dan Gurem Pada Ayam
Penyebab penyakit ini adalah kutu dan gurem (lice, flea dan bug). Mereka termasuk kelas insekta. Berbagai jenis kutu yang teridentifikasi , diantaranya adalah Cuclotogaster heterographa (kutu kepala ayam), Lipeurus caponis (kutu sayap ayam) dan sebagainya, berukuran sekitar 1 – 6 mm.

Kutu berbentuk bulat pipih berkaki 3 pasang. Jenis gurem sarang (Cimex lectularius) merupakan gurem umum sering ditemukan berukuran 2-5 mm panjang dan 1.5 – 3 mm lebar mempunyai kaki 3 pasang. Sanitasi kandang dan penyemprotan kandang dengan insektisida secara teratur dapat mengusir dan memusnahkan kutu dan gurem.

Pengobatan pada ayam yang terserang kutu atau gurem dapat dilakukan dengan pemberian bedak khusus, yang biasa dipergunakan untuk mengusir kutu hewan peliharaan seperti anjing atau kucing. Pemberian daun jeruk atau daun sereh dalam sarang, menurut pengalaman di masyarakat pedesaan, dapat mengusir gurem.