Advertisement

Breaking News

Showing posts with label >> Pakan. Show all posts
Showing posts with label >> Pakan. Show all posts

Friday, 5 February 2016

Berbagai bahan pakan penyusun ransum ayam broiler



1)   Jagung
Jagung merupakan bahan makanan berbutir yang paling banyak dipergunakan dalam menyusun ransum
ayam broiler. Sebab jagung merupakan sumber energy yang cukup tinggi; jagung yang berwarna kuning mengandung pro-vit. A, mudah dicerna dan palatable, serat kasarnya rendah.
Akan tetapi bahan ini miskin akan unsure mineral. Jika didalam penyusunan ransum dipergunakan jagung putih, maka dianjurkan agar ransum tadi ditambahkan feed-supplement vit. A, atau  bahan-bahan yang banyak mengandung pro-vit. A, seperti tepung daun lamtoro, atau turi dan lain sebagainya. Apabila pada suatu saat jagung sulit didapat maka bahan ini  bisa diganti dengan sorgum (cantel) sebagian, sebab kandungan gizinya hampir sama.
Sorgum ini tak bisa diberikan dalam jumlah banyak sebagai bahan pengganti, karena nilai cernanya rendah, kurang palatable (enak) dan tak ada pro-vit. A.

2)        Bekatul
Dedak pabrik juga disebut bekatul atau dedak lunteh. Kualitas katul sangat berbeda-beda, hal ini tergantung pada jumlah sekam yang terdapat didalamnya.
Dengan demikian bekatul yang persentase sekamnya tinggi berarti rendah mutunya. Akan tetapi bekatul pabrik biasanya cukup baik, banyak kandungan unsur protein dan vitamin B. bekatul mudah menjadi tengik, lebih-lebih apabila bahan ini kena air dan panas matahari, sebab kandungan lemaknnya tinggi.

3)        Tepung ikan
Tepung ikan dibuat dari ikan teri yang terdiri dari kepala, tubuh, kerangka, dan ekor. Kualitas tepung ikan yang baik ialah yang berasal dari ikan putih, sebab kadar lemaknya tak lebih dari 6% dan kadar garamnya sekitar 4% saja. Sedangkan tepung ikan kualitas kedua di buat dari ikan afkir (afal) yang kadar garam dan lemaknya cukup tinggi, yang bisa menimbulkan efek negative terhadap ayam. Di samping itu kualitas tepung ikan ditentukan oleh bahan yang dipergukan, proses pembuatan dan daerah asal. Tepung ikan yang hanya tediri dari kepala dan ekor saja, kualitasnya rendah. Sebab bahan tersebut kandungan proteinnya rendah dan sulit dicerna. Oleh karena itu penggunaan tepung ikan dalam ransum perlu diperhatikan benar-benar, mengingat harga tepung ikan itu cukup tinggi.
Tepung ikan merupakan salah satu bahan makanan baku dalam penyusunan ransum ayam broiler. Sebab bahan tersebut sebagai sumber protein hewani atau asam-asam amino, di samping unsur-unsur mineral dan vitamin-vitamin.

4)        Tepung darah
Tepung darah dibuat dengan merebus terlebih dahulu, darah yang bisa dikumpulkan dari tempat-tempat pemotongan hewan, kemudian dikeringkan dan digiling.
Kandungan protein tepung darah cukup tinggi bisa mencapai 80%. Akan tetapi sayangnya bahan ini mempunyai rasa yang kurang enak dan daya cernanya pun tak begitu tinggi. Maka bila ransum ayam diberi tepung darah, cukup 5%.

5)        Tepung daging
Tepung daging adalah hasil dari ikatan industry penghasil daging kaleng atau daging afkir yang kurang bermanfaat bagi manusia. Tepung daging kandungan proteinnya juga cukup tinggi ±55% dan merupakan sumber asam-asam amino, seperti lysine, methionine, cystine, leucine, tryptophan, dan riboflavin serta vitamin B-12. Dan bahan ini bisa diberikan 2,5 – 10%.

6)        Tepung susu skim

Tepung susu skim adalah susu berbentuk powder (tepung) yang telah diturunkan kadar lemaknya menjadi 0,1%. Bahan ini juga merupakan sumber protein hewani atau sumber asam-asam amino, kecuali glycine. Lagi  pula bahan tersebut cukup kaya akan vitamin-vitamin dan mineral serta memiliki nilai cerna yang tinggi.
Di dalam ransum, bahan ini bisa diberikan 2,5 – 5%.

7)        Bungkil kacang kedelai
Bungkil kacang kedelai adalah kedelai yang sudah diambil minyaknya. Kandungan protein b Bungkil kacang kedelai sekitar 35 – 40%, dan merupakan sumber protein nabati yang amat bagus. Sebab keseimbangan asam-asam amino yang terkandung di dalamnya cukup lengkap dan tinggi. Di samping itu bahan itu relatif mudah dicerna, asal dipanaskan (disangrai) terlebih dahulu agar factor-faktor penghalang dalam proses pencernaan bisa dihancurkan.
Akan tetapi pemanasan dalam temperatur yang tinggi harus dihindarikan, guna mencegah rusaknya lycine dan asam-asam amino lainnya. Bungkil kacang kedelai sebagai salah satu bahan makanan pokok ayam, di samping jagung dan tepung ikan, bisa diberikan sebanyak 5 – 20%.

8)        Tepung tulang
Tepung tulang diperoleh dengan merebus dan mengeringkan tulang-tulang yang bisa dikumpulkan dari berbagai tempat pemotongan hewan dan kemudian digiling sampai halus. Tepung tulang merupakan sumber Ca dan P.
Di dalam ransum cukup di berikan sebanyak 1%.

9)        Tepung daun lamtoro
Tepung daun lamtoro diperoleh dari lamtoro yang telah dikeringkan, kemudian digiling sampai halus. Kandungan proteinnya cukup tinggi mencapai 36 – 48%.
Bahan ini tidak boleh diberikan dalam jumlah banyak; pada ayam cukup diberikan sekitar 4% saja, sebab daun lamtoro mengandung glucosid mimosine (toxic), tetapi ini bisa diturunkan dengan cara menjemur bahan tersebut.
Biasanya di dalam ransum sering ditambahkan tepung hijauan dari lamtoro atau turi. Hal ini tentu saja sangat tergantung pada persediaan lingkungan.

10)    Grit
Grit terdiri dari berbagai macam campuran bahan, seperti batu kali yang kecil-kecil, pecahan granit, kapur, mica, kulit kerang dan lain sebagainya.
Grit bisa dibedakan menjadi dua macam:
a.         Yang mudah dicerna dan mengandung Ca untuk menambah mineral.
Misalnya bahan yang berasal dari kulit kerang, kapur.
b.         Yang sulit dicerna, berguna untuk membantu pencernaan semata-mata.
Misalnya batu kali, kerikil, granit dan mica.Grit ini bisa dicampur dengan ransum, tetapi bisa juga diberikan tersediri di tempat khusus


Sekian dan Semoga Artikel ini Bermanfaat untuk kita semua, Terima Kasih . .




 

Jenis Pakan Ayam Kampung



Salah satu faktor penentu kesuksesan ternak ayam kampung adalah pakan. Karena itu, pengetahuan tentang pakan mutlak diketahui oleh para peternak dan bahkan calon peternak. Sebaiknya pengetahuan ini didapat sebelum calon peternak terjun langsung ke lapangan.





Selama ini di kalangan peternak ayam kampung dikenal tiga ragam bentuk pakan, yaitu: tepung halus, pelet, dan remah (crumble). Mari simak penjelasannya berikut ini.


Pakan tepung halus adalah pakan yang didapat dari hasil penggilingan tanpa dipadatkan. Saat diberikan kepada ayam, nantinya, pakan ini dicampur dengan bahan pakan lainnya sehingga menjadi homogen. Pada umumnya, ayam yang diberi makan dengan pakan tepung adalah ayam berumur kurang dari seminggu. Lebih dari itu biasanya menggunakan pakan remah atau pelet. Keuntungan pakan tepung adalah harganya yang murah. Sementara kerugiannya adalah pakan mudah dikais oleh ayam dan pencampuran yang tidak merata sehingga ada pemisahan bahan yang menyebabkan ketidakseimbangan nutrisi yang akan dikonsumsi oleh ayam.

Pakan pelet merupakan bahan pakan yang digiling kemudian dipadatkan. Keuntungan dari bentuk pakan ini adalah sangat disukai ayam, karena meningkatkan selera makan. Di samping, dapat menekan tingkat pemborosan pakan. Karena itu, efisiensi pakan pelet jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pakan tepung.

Pakan remah (crumble) pada umumnya didapat dengan cara memecah pakan pelet menjadi butiran-butiran kecil (remah). Peternak biasa memberikan pakan ini untuk ayam umur 2 minggu sampai panen.

Jenis Pakan
Tentu jumlah kandungan dalam pakan yang diberikan untuk ayam dibedakan sesuai umur, bobot, serta tujuan produksi. Mengacu pada hal tersebut, ada dua jenis pakan yang dikenal secara umum di kalangan peternak, yakni: pakan untuk tujuan pembesaran dan pakan untuk tujuan teluran. Berikut penjelasannya.

Pakan untuk tujuan pembesaran (ayam kampung pedaging) terbagi menjadi dua bagian. Pertama, pakan untuk ayam umur 0-28 hari yang disebut stater; kedua, pakan untuk ayam berumur 28 hari lebih sampai masa panen (bobot sekitar 800 gram – 1 kilogram) yang disebut grower atau finisher.

Sedangkan, pakan untuk teluran (ayam kampung petelur) bisa menggunakan pakan yang disebut layer. Pakan ini juga biasa digunakan sebagai pakan ayam ras petelur. Selain memakai layer, peternak juga dapat meracik sendiri pakan khusus – dengan catatan pakan racikan khusus ini memiliki kandungan protein sebesar 16-17 persen.


Pakan alternatif untuk ayam kampung
Pohon talas
Saya kira bahan ini pasti mudah ditemukan didaerah kalian karena hampir disetiap daerah pasti ada bahan yang satu ini, untuk pohon talas ini dapat digunakan umbinya saja, daun dan tangkainya saja atau bisa juga mengkombinasikannya, itu menurut selera kalian saja.

Beras dolog atau catu
Beras jenis ini yang akan digunakan untuk membuat pakan alternatif sebab harganya relatif lebih murah ketimbang beras pada umumnya.

Dedak bekatul
Untuk dedak bekatul ini sendiri bisa kalian pakai dedak dengan kualitas sedang ataupun yang bagus, maksud dari dedak berkualitas sedang adalah dedak yang tidak terlalu halus atau kasar.

Tepung tulang
Tulang tepung atau tepung cangkang keong ini sebenarnya tidak wajib dicampurkan, namun untuk memberikan nutrisi lebih pada pakan yang akan diramu ada baiknya mencampurkannya supaya kebutuhan akan nutrisi bisa terjaga.

Setelah semua bahan yang akan dipergunakan sudah siap makan sekarang adalah meramu bahan-bahan tersebut supaya bisa dikonsumsi oleh ayam kampung, berikut langkahnya :

  1. Cincang umbi talas atau daunnya sampai ukuran kecil atau kurang lebihnya berukuran 1 cm.
  2. Setelah umbi talas sudah dicincang lalu campurkan semua bahan seperti beras dolog, dedak, serta tepung tulang menjadi satu lalu tambahkan air secukupnya dan kemudian direbus sampai semua bahan hancur dan tercampur rata.
  3. Sebelum mencampur semua bahan tersebut kalian harus memperhatikan takarannya, untuk membuat pakan seberat 2 kg, kalian harus mencampurkan 1 kg umbi talas, ½ kg beras, ½ kg dedak dan untuk tepung tulangnya sendiri berikan sebanyak 1 sendok makan saja atau menurut selera kalian.
  4. Bila pakan sudah tercampur rata lalu angkat dan didinginkan, bila sudah dingin siap diberikan pada ayam kampung.


Sekian dan Semoga Artikel ini Bermanfaat untuk kita semua, Terima Kasih . .